Saturday, December 26, 2009

MANTAN NAPI DAN MANTAN KYAI.

Ada Petuah Orang Bijak yang mengatakan, “Lebih Baik menjadi Mantan Napi, Daripada Menjadi Mantan Kyai…”

Sejenak kalau kita renungkan, kalimat diatas memiliki makna yang sangat mendalam. Saya rasa anda pun akan setuju bahwa lebih baik jika kita menjadi mantan seorang penjahat daripada mantan seorang yang baik.

Saya kebetulan adalah orang yang pernah cukup lama diberi kesempatan untuk bergaul dan bersosialisasi dengan saudara-saudara kita yang berada di balik terali besi. Saya tidak pernah merasa paling tahu dan berusaha paling mengerti tentang mereka. Namun karena saya pernah menjadi bagian dari mereka, ada sedikit keinginan dalam diri saya untuk membuka mata kita terhadap keberadaan mereka di lingkungan sekitar kita.

Seorang motivator Nasional, Mario Teguh, dalam kesempatannya berbicara di salah satu stasiun TV swasta nasional, pernah berkata.. ”Belajarlah dari orang yang baru keluar dari penjara”.

Pada dasarnya ada (2) dua type orang yang baru keluar dari penjara, Orang yang lebih baik dan orang yang menjadi lebih buruk. Namun, kita sebagai masyarakat yang sosial harus bisa memberikan rasa menerima terhadap keberadaan mereka terlebih dahulu, sudah barang tentu kita tetap harus melakukan pengawasan secara intensif terhadap keberadaan mereka, melalui aparat yang ada di lingkungan tempat tinggal kita. Tetapi disamping itu, Kita harus bisa memberikan mereka rasa aman dan persaan diterima di lingkungan tempat tinggal kita. Dukungan baik secara moril dan materil semampunya harus bisa kita berikan terlebih dahulu. Hal ini dikarenakan, saudara-saudara kita yang baru keluar dari pusat rehabilitasi ini memiliki mental yang sangat rapuh. Oleh karena itu, keberadaan kita sebagai bagian dari lingkungan tempat mereka berada, sedikit banyak berpengaruh terhadap perkembangan psikologis saudara-saudara kita ini nantinya.

Pada dasarnya, ada keinginan dari mereka untuk berubah ke jalan yang lebih baik. Karena sama seperti manusia pada umumnya, mereka juga ingin membina kehidupan yang baik dan harmonis bersama dengan keluarga dan lingkungannya. Keadaan lah yang memaksa mereka untuk berbuat hal-hal yang di mata hukum dan masyarakat dianggap salah. Tetapi, secara batiniah, mereka ingin sekali dapat kembali menjalankan kehidupan yang normal seperti halnya anda dan saya.

Jika Anda dan saya bisa terlebih dahulu membuka tangan atas keberadaan mereka di lingkungan tempat tinggal kita, maka saudara-saudara kita ini dengan berjalannya waktu akan bisa menyesuaikan diri dan bersosialisasi kembali dengan kita dan lingkungan. Sebaliknya, jika yang kita berikan adalah perasaan curiga dan penolakan, maka sudah pasti saudara-saudara kita ini akan kembali mencari pelarian ke jalan yang tidak benar.

Marilah kita belajar dari keberadaan mereka.

No comments:

Post a Comment